Wisata Pantai Panggulawu Desa Pudonggala Konawe Utara

Tepat tanggal 30 November 2014, Saya dan teman-teman sekantor, mengadakan acara Liburan ke Pantai Pudonggala Konawe Utara. Tempat ini belum pernah...

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Panduan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Panduan. Tampilkan semua postingan

02 Desember 2013

Instalasi Linux openSUSE


Berikut ini saya hanya akan menjelaskan secara singkat gabaran cara penginstalan linux openSUSE. Sebelum kita memulai proses penginstalan, ada beberapa hal yang harus kita perhatikan :
  1. Persyaratan sistem minimum
    CPU: Pentium III 500 MHz atau yang lebih tinggi (Pentium 4 2.4 GHz atau lebih tinggi atau AMD64 atau prosesor Intel64 direkomendasikan).
    RAM: 1 GB RAM (2 GB direkomendasikan)
    Disk Space: 5,0 GB untuk instalasi normal (disarankan lebih)
    Sound dan Kartu Grafis: Kebanyakan kartu terbaru telah didukung.
  2. Burning file iso ke dalam DVD
    Sebelum kita melakukan burning iso ke DVD, ada baiknya terlebih dahulu kita harus Mengecek Md5 dari file iso yang telah kita download tersebut agar kita dapat memastikan bahwa file iso itu benar-benar lengkap dan tidak rusak atau corrupt. Pastikan saat membakar file iso ke DVD, kita menggunakan aplikasi burning iso (K3b atau Nero dan PowerISO jika kita menggunakan Windows), atau jika tidak maka DVD tidak akan bootable atau akan rusak.
  3. Menggunakan USB Stick / Flash Disk
    Image iso juga dapat kita masukkan ke USB Stik / Flash Disk jika kita akan menggunakan cara penginstalan dengan metode live USB.
  4. Dual Boot (MS Windows dengan openSUSE pada komputer yang sama)
    Jika kita memilih untuk menginstal openSUSE dan MS Windows pada komputer yang sama atau biasa disebut dengan dual boot, maka hal tersebut adalah sangat mudah kita lakukan jika MS Windows adalah yang pertama kali kita instal kemudian menyusul openSUSE. Setelah kita menginstal MS Windows dan diikuti oleh openSUSE, maka openSUSE akan mendeteksi MS Windows dan bootloade openSUSE yang kemudian akan ditampilkan pada setiap StartUp berupa pilihan apakah kita akan boot menggunakan openSUSE atau MS Windows.
    Untuk melakukan instalasi dual boot, kita harus memastikan bahwa penginstalan dilakukan pada partisi yang berbeda agar kita terhidar dari bahaya kehilangan data, karena openSUSE akan secara otomatis akan menandai partisi MS Windows sebagai bagian yang akan dihapus saat penginstalan yang ditandai dengan tulisan warna merah, maka dalam melakukan dual boot ini kita harus berhati-hati.
  5. Menghidupkan Peripherals / Perangkat Lain
    Jika pada saat proses instalasi kita menghidupkan perangkat keras seperti printer dan perangkat lain, maka itu adalah sangat baik karena openSUSE akan secara otomatis langsung mengkonfigurasi perangkat-perangkat tersebut.

    Instalasi Dengan DVD
    Setelah kita melakukan burning openSUSE ke dalam DVD, kita langsung saja memasukkannya ke CD/DVD ROOM dan lakukan Re-start yang mana sebelumnya kita telah mengatur CD/DVD ROOM sebagai posisi pertama pada boot priority di BIOS, atau jika belum maka kita harus lakukan konfigurasi BIOS terlebih dahulu.


    Tampilan pertama saat boot menggunakan DVD openSUSE adalah layar selamat datang.






    Berikutnya ada piliahan menu instalasi, memori test, pemeriksaan media instalasi, pemilihan boot dan beberapa menu lainnya.



      
    Setelah memilih menu Instalation berikutnya  ada pemberitahuan hak-hak sebagai user. Ini tidak membutuhkan persetujuan karena pengguna tidak dibatasi. Di sini juga kita menentukan layout keyboard yang akan kita gunakan.
     

Di sini kita memilih Apakah kita akan melakukan Instalasi baru atau kita memilih melakukan upgrade pada openSUSE yang sudah ada sebelumnya.

    Berikutnya ada pengaturan waktu. Jika kita menggunakan linux dianjurkan untuk jam harware ke UTC, atau kita menggunakan dual boot Windows gunakan pengaturan waktu setempat.
     
    Selanjutnya adalah kita menentukan desktop yang akan kita gunakan. Secara default telah terpilih KDE sebagai desktop manager. Namunkita dapat menggantinya dengan GNOME, Lxde, Xfce atau IceWM yang ada di pilihan menu other.
     
    Di sini kita mengisikan nama dan password user yang akan kita gunakan dalam menggunakan openSUSE.




    Berikutnya adalah memasuki proses overview atau menampilkan semua konfigurasi dalam instalasi sebelum memulai proses inslalasi.




    Inilah tampilan proses instalasi yang sedang berjalan.



    Setelah instalasi selesai, sistem akan melakukan Re-start dan berikutnya akan melakukan konfigurasi secara otomatis. 
    Dan akhirnya sistem openSUSE baru siap untuk digunakan dan selamat berfantasi dengan openSUSE ^_^ ...

23 November 2013

Beralih ke GNU / Linux

Beralih ke sistem operasi baru dan sangat susah dan tentunya perlu sebuah upaya besar tetapi tentu saja Anda tidak perlu beralih sepenuhnya, tidak ada yang mencegah kita untuk menggunakan beberapa jenis sistem operasi, bahkan pada komputer yang sama. Kali ini saya akan menjelaskan beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum merambah ke dunia yang indah tentunya dengan GNU / Linux :D Semangat..
Mengapa menggunakan GNU / Linux?
Ada banyak alasan mengapa jutaan orang memilih menikmati menggunakan GNU / Linux. Ada berupa alasan teknis, financial atau estetika tergantung pada pandangan pribadi masing-masing orang. Berikut adalah daftar dari beberapa alasan paling umum untuk memilih GNU / Linux :
  • Keamanan - Virus, spyware, dll adalah masalah yang selalu ada.
  • Maintanence - Lupakan scanning virus dan spyware, defragmenting, membersihkan database registry, sering reboot dll
  • Stabilitas - GNU / Linux sangat stabil. 
  • Kebebasan Software / open source - Anda dapat menjalankan perangkat lunak yang Anda inginkan, mempelajari kode sumber, memodifikasi, berbagi. Tidak ada Perjanjian Lisensi Pengguna Akhir yang rumit.
  • Standar terbuka - GNU / Linux dan aplikasi untuk itu, umumnya mendukung standar terbuka, sehingga memungkinkan untuk beroperasi mulus dengan platform lain dan membantu Anda menghindari vendor lock-in.
  • Komunitas - GNU / Linux telah digambarkan sebagai "tim di seluruh dunia olahraga".
  • Ekonomi - Kebanyakan GNU / Linux-distribusi dapat didownload gratis dan yang sama berlaku untuk sejumlah besar aplikasi di linux. Hardware yang dibutuhkan hanyalah dengan spesifikasi sederhana, jadi kita tidak perlu mengupgrade perangakt yang kita gunakan.
  • Legalitas - Ada banyak aplikasi yang gratis dan legal untuk kita gunakan, bahkan kita dapat menyebarluaskan atau memasarkannya dan kita mendapat keuntungan dari pemasaran.
  • Transparansi - Kebanyakan distribusi GNU / Linux yang dikembangkan di tempat terbuka, menggunakan milis umum, saluran IRC publik, bugtrackers publik, fitur pelacak publik dll.
  • Perbedaan - Ada banyak distribusi GNU / Linux yang berbeda-beda, jadi kita dapat mendapatkan pengalaman yang berbeda-beda pula saat menggunakannya.
  • Privasi - Free software umumnya akan menghormati privasi Anda, dan kode sumber tersedia untuk umum memberikan beberapa perlindungan terhadap backdoors dan semacamnya.
  • Mencoba sesuatu yang baru - Banyak hal yang berbeda-beda dan dapat dipelajari dan tentunya ini dapat memotivasi banyak orang untuk menggunakannya juga.
  • Dan ... tentunya ini semua sangat menyenangkan.
Meskipun ada banyak keuntungan saat kita menggunakan GNU / Linux, namun ada beberapa hal yang akan kita hadapi saat kita menggunakan sistem operasi baru ini misalnya :
  • Anda harus belajar dari awal saat menggunakan sistem baru ini, dan tentunya kita akan melupakan cara-cara yang biasa kita gunakan saat kita menggunakan sistem operasi yang lama.
  • Aplikasi dan Gemes menghilang. Kita akan kehilangan banyak aplikasi familiar yang biasa kita gunakan misalnya MS Office, Photoshop, dan games-games besar yang biasa kita mainkan. Kita bisa menggunakan Dual Boot atau Wine untuk mengatasi masalah ini hingga kita terbiasa menggunakan Linux.
  • Kurang dukungan Hardware. Sebagian besar GNU / Linux mendukung berbagai macam parangkat keras, tapi tidak semua hardware dapat didukung saat menggunakan linux ini, jadi kita akan mendapatkan masalah tentunya.
  • Sering kali kita akan mendapatkan masalah saat menggunakan GNU / Linux ini, jadi kita akan sering membutuhkan bantuan orang lain untuk memecahkannya atau kita akan sering mencari bantuan referensi melalui sistem online.
Karena peralihan ke GNU / Linux tidak mudah, ada bebepa saran seperti berikut :
  • Jadilah realistis. Jangan berharap untuk menguasai GNU / Linux hanya dalam 1 satau 2 minggu saja seperti bagaimana kita menguasai sistem operasi sebelumnya. Kita mungkin membutuhkan waktu 10 tahun atau lebih untuk menguasainya, dan kita tidak bisa berharap agar sistem ini bisa jadi sempurna.
  • Beralih secara bertahap. Mulailah dengan menginstal sistem GNU / Linux dengan sistem Dual Boot dengan sistem sebelumnya atau mungkin berjalan pada Mesin Virtual saja. Mulailah dengan belajar dari dasar-dasar dan pecahkanlah masalah yang ditemukan satu per satu.
  • Mintalah bantuan. Jangan takut untuk bertanya dan memulai meminta bantuan kepada orang lain, di komunitas atau mulai bertanya secara online.
Jika kita sudah mulai menggunakan aplikasi di GNU / Linux maka kita akan lebih mudah dalam peralihan nantinya. Ada beberapa aplikasi di GNU / Linux yang dapat kita gunakan secara gratis dan aplikasi-aplikasi ini tentunya sudah sering kita temukan pada sistem sebelumnya bahkan sebagian besar aplikasi ini terdapat di Mac OSX juga.

Aplikasi yang bebas digunakan
Firefox (Web Browser)
Thunderbird (E-mail Client)
SeaMonkey (Internet Application Suite)
Pidgin (Instant Messaging)
FileZilla (FTP Client)
qBittorent (Bittorrent Client)
QuteCom (VoIP)
Linphone (VoIP)
gPodder (Podcast Manager)
BlueGriffon (HTML Editor)
GIMP (Advanced Image Editing)
Inkscape (Vector Graphics)
Hugin (Panorama Photo Stitcher)
LibreOffice (Office Suite)
Scribus (Desktop Publishing)
GnuCash (Personal/small business accounting)
Abiword (Simple Word Processor)
FreeCAD (3D CAD)
LibreCAD (2D CAD)
Blender (3D Animation)
Calibre (E-book manager)
VLC (Media Player)
SMPlayer (Video Player)
UMPlayer (Video Player)
Clementine (Audio Player)
Audacity (Audio Editing)
LMMS (Music Creation)
Kid3 (Music Tagger)
Marble (Desktop Globe)
Gramps (Genealogical Research/Family Tree)
Stellarium (Planetarium)

Aplikasi yang tidak bebas digunakan
Opera (Web Browser)
Google Chrome (Web Browser)
Skype (VoIP)
Google Earth (Maps)
Adobe Reader (PDF Reader)
Desura (Distribution service for games)
Draftsight (CAD)

Pengantar Linux Opensuse

Tujuan dari panduan ini adalah untuk memberi pengetahuan dasar bagi pemula atau pengguna baru untuk memulai menggunakan Linux Opensuse ini, baik itu untuk kebutuhan rumah maupun untuk mempermudah pekerjaan dikantor. sehingga pengguna baru lebih mudah dan cepat mengerti tentang linux opensuse ini.

openSUSE adalah sistem operasi PC berbasis pada GNU dan Linux. Ini adalah bebas / open source dan alternatif gratis untuk Microsoft Windows tentunya dengan banyak keuntungan. openSUSE cocok untuk laptop, desktop, netbook, server dan PC multimedia center di rumah atau di kantor kecil.

openSUSE adalah salah satu GNU / Linux terkemuka dan juga merupakan salah satu yang tertua yang ada. Versi baru dari openSUSE yang dirilis setiap 8 bulan, mendukung banyak bahasa - setiap rilis disediakan dengan update keamanan untuk jangka waktu 18 bulan.

openSUSE dikembangkan secara terbuka dan transparan oleh relawan masyarakat bekerja sama dengan karyawan SUSE, dan membentuk dasar untuk produk perusahaan SUSE Linux Enterprise Desktop dan SUSE Linux Enterprise Server.